Home » , » Guru Dirampok, Uang Rp5,8 Juta Melayang

Guru Dirampok, Uang Rp5,8 Juta Melayang

Neneng (27) warga asal Perumahan Pondok Halim 2, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan menjadi korban perampokan. Akibatnya, uang Rp5,8 juta raib diambil perampok.

Neneng yang berprofesi sebagai guru dirampok oleh dua pemuda yang berboncengan, tepatnya saat melintas dengan mengendari sepeda motor di Desa Pocogen, Kecamatan Arosbaya.

Informasi yang diperoleh dari warga sekitar, kasus perampokan terjadi Senin malam usai korban mengambil uang di ATM di kawasan kota. Uang senilai Rp5,8 juta tersebut kemudian diletakkan di tas korban, yang tanpa rasa curiga pulang seorang diri menuju rumah mertuanya, di kecamatan Arosbaya.

Sesampainya di TKP, korban mengaku dipepet oleh dua pemuda yang naik sepeda motor berboncengan dari arah belakang. Tanpa banyak kata, pelaku langsung menyikat tas korban yang berisi uang tunai Rp5,8 juta. Itu masih belum termasuk barang berharga lain, seperti dompet, dan STNK motor.

Beruntung kejadian tersebut diketahui oleh salah satu pengendara yang melintas. Sehingga sepeda korban yang juga jadi incaran berhasil diselamatkan. Selang beberapa jam setelah kejadian, korban diantar oleh warga sekitar ke kantor polisi, untuk melaporkan kejadian tersebut.

"Korban terlihat syok dan pucat. Untungnya, aksi itu diketahui warga dan hanya tas berisi uang saja yang dibawa kabur," ujar Muzakki, salah satu warga setempat, Selasa (28/9/2010).

Korban sendiri mengalami luka lecet di bagian tangan dan kaki karena tubuhnya terbentur pada aspal saat jatuh. Kini, korban masih menjalani pemeriksaan dan sepeda motor masih diamankan oleh petugas untuk kepentingan penyidikan.

Terpisah Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Mohamad Kholil, membenarkan adanya kasus tersebut. Saat ditanya lebih jauh terkait kasus tersebut, dia mengaku kurang begitu tahu dan berdalih yang menangani kasus ini adalah polsek Arosbaya.

"Jangan tanya pada saya. Coba tanya ke polsek Arosbaya, karena mereka yang menangani, dalihnya,"katanya Selasa, (28/9/2010).

Sementara itu, Kapolsek Arosbaya, AKP Lutfi, hingga berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi. Beberapa kali dihubungi, ponselnya tidak diangkat meski nada sambung aktif.
(koran si)
Written by: Paling Seru
Paling Seru, Updated at: 12.42

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.