Pelaku Bom Kalimalang Teroris Single Fighter

Mantan aktivis Negara Islam Indonesia (NII) Al Chaidar memastikan Ahmad bin Abu Ali tak memiliki kaitan dengan semua simpul kelompok teroris di Indonesia.

Menurut penelusuran Al Chaidar, Ahmad tidak punya sejarah keterkaitan dengan organisasi-organisasi radikal apalagi terkait dengan kelompok terorisme Aceh.

“Saya yakin tidak, sudah saya cek ke 17 sumber tidak ada yang mengenal dengan orang ini, jadi dia berdiri sendiri dan apa yang dilakukannya murni hanyalah mereka yang terluka ketika melihat saudaranya dianiaya,” ujar Al Chaidar kepada INILAH.COM, Jumat (1/10).

Sebagaimana diberitakan, Kamis (29/9) pukul 08.00 WIB sebuah bom rakitan kecil meledak di Kalimalang, Bekasi. Bom tersebut meledak melukai pelakunya sendiri yaitu adalah Ahmad bin Abu Ali (38). Ketika itu Ahmad membawa bom tersebut menggunakan sepeda menuju sebuah Pos Polisi.

Namun saat akan beraksi, bom itu terjatuh ketika Ahmad menaikkan sepedanya ke trotoar dekat Pos Polisi. Akibatnya, bom tersebut melukai dirinya sendiri. Ahmad pun dilarikan ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. [inilah]
Written by: Paling Seru
Paling Seru, Updated at: 12.38

Demokrat Setuju Hapus Remisi untuk Teroris

Usulan penghapusan remisi untuk terpidana terorisme mendapat dukungan di parlemen. Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Saan Mustofa mendukung ide yang dilontarkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar itu.

"Kembali bahwa terorisme akan semakin kompleks ke depan, makin marak dengan wajah-wajah lainnya, maka efek jera terhadap terorisme itu harus kita coba pertimbangkan," kata Saan di gedung parlemen. "Salah satu yang dapat memberikan efek jera terhadap terorisme itu kan bisa dalam soal remisi," ujar anggota Komisi III DPR itu di Jakarta, Selasa 28 September 2010.

Saan mengatakan, jangan sampai ketika teroris tertangkap, lalu di penjara mendapat remisi yang banyak. "Akhirnya
itu nanti malah akan membuat para teroris akan berpikir ah nggak apa-apa ditangkap toh nanti juga akan bisa dapat remisi," kata Saan.

Nah, maka demi efek jera itu, salah satu caranya dengan tidak memberikan remisi. Apa yang disampaikan Menteri
Hukum dan HAM itu akan menjadi bahan pertimbangan bagi Komisi III apakah perlu teroris diberi remisi atau tidak.
"Secara prinsip menurut saya ini salah satu upaya untuk memberikan efek jera pada terorisme, itu kan bisa kami pertimbangkan," ujar Saan.

Ide penghapusan remisi ini berkembang dari aksi Abu Tholut alias Mustofa alias Imron yang dipenjara karena peledakan bom di Atrium Senen namun bebas sebelum habis masa vonisnya berkat remisi. Abu Tholut kembali beraksi bahkan memimpin pelatihan bersenjata ilegal di Aceh beberapa waktu lalu.

Nama Abu Tholut kembali muncul ketika polisi membongkar jaringan perampok Bank CIMB Niaga di Medan. Abu Tholut diduga yang memerintahkan serangkaian perampokan sehingga polisi lalu menetapkannya sebagai buronan.

• VIVAnews
Written by: Paling Seru
Paling Seru, Updated at: 20.00

Gudang Senjata TNI Masih Aman dari Teroris

Mantan Panglima TNI, Endriarto Sutarto, membantah adanya kemungkinan bobolnya gudang-gudang senjata TNI dan Polri terkait maraknya serangan kelompok bersenjata belakangan ini.

"Saya tidak punya keyakinan kalau ada kebobolan, lebih kepada sisa-sisa senjata di tempat-tempat yang dulu ada kerusuhan atau konflik seperti Poso, Ambon, dan Aceh," kata Endriarto Sutarto kepada wartawan saat ditemui kantor KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (27/9/2010).

Menurutnya hal itu tak mungkin terjadi, karena ia tahu persis senjata yang digudangkan saja masih dirantai dan digembok. Endriarto lebih menyakini kalau senjata-senjata itu didapat dari jalur-jalur pengadaan senjata dari luar negeri.

"Ternyata GAM khan mendapat senjata ribuan artinya bahwa senjata-senjata itu dengan mudah dari luar masuk ke negara kita, bisa dilihat jalur itu mungkin digunakan kembali untuk mendapatkan," tambahnya

Purnawirawan berbintang empat itu juga menyarankan untuk lebih mengecek jalur-jalur pengadaan senjata dari luar, dari pada hanya sekedar mengecek gudang-gudang senjata TNI dan Polri yang mungkin kebobolan atau tidak.

Seperti diketahui sebelumnya paska serangan kelompok bersenjata yang diduga sebagai jaringan teroris di Polsek Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumatera Utara Kamis lalu, 23 September, Presiden pun menginstruksikan Panglima TNI dan Kapolri agar agar mengecek gudang-gudang senjata dan amunisi satuan TNI serta Polri.

(okezone)
Written by: Paling Seru
Paling Seru, Updated at: 03.23

NU: Jangan Kaitkan Aceh dengan Teroris

Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Aceh, Tgk Faisal Ali meminta, aparat kepolisian tidak terus mengait-kaitkan antara Aceh dengan teroris, menyusul setiap penangkapan tersangka teroris selalu dikaitkan dengan provinsi ini.

"Tidak ada kelompok Aceh yang teroris. Kami prihatin setiap adanya tersangka teroris selalu dikait-kaitkan dengan Aceh," katanya di Banda Aceh, Kamis (12/8).

Faisal Ali yang juga Sekjen Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) itu menyatakan kalangan ulama di Aceh sepakat agar masalah hukum harus ditegakkan, dan siapa pun yang terlibat dalam aksi teror harus diproses tapi jangan selalu dihubung-hubungkan dengan Aceh.

Aceh sudah lama menderita akibat konflik bersenjata berkepanjangan, dan situasi damai baru saja dinikmati penduduk di provinsi ujung paling barat ini menyusul penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) Helsinki antara Pemerintah dengan pihak GAM pada 15 Agustus 2005.

"Aceh pernah mengalami situasi tak kondusif akibat konflik berkepanjangan. Namun dalam sejarahnya Aceh tidak pernah mendukung aksi terorisme," katanya menambahkan.

Faisal Ali menyatakan penangkapan Ustad Abubakar Ba`asyir oleh pihak kepolisian juga dikait-kaitkan dengan Aceh, sebuah keprihatinan yang seakan-akan ada gerakan di Aceh yang simpati dengan teroris.

Bahkan, ia menjelaskan, beberapa waktu lalu ada serangkaian kegiatan pelatihan teroris di salah satu kawasan di Aceh. Tapi itu harus dipahami bahwa kegiatan tersebut dilakukan orang-orang luar provinsi berpenduduk sekitar 4,6 juta jiwa tersebut.

"Yang ada hanya orang luar memanfaatkan Aceh untuk berlatih. Kami menyesalkan sekarang ini opini yang berkembang bahwa setiap adanya penangkapan teroris selalu disebutkan keterkaitan mereka dengan Aceh. Padahal Aceh hanya menjadi korban dari orang luar itu," katanya menegaskan.

Dipihak lain, Faisal Ali menjelaskan penerapan Syariat Islam bukan dengan cara-cara yang berlawanan dengan nilai-nilai kemanusiaan, dan apa yang diberlakukan di Aceh (syariat Islam) juga berdasarkan undang undang.

"Jadi syariat Islam di Aceh adalah syariat yang damai dan sangat menghormati keharmonisan kehidupan umat manusia," katanya menambahkan. [antara/inilah]
Written by: Paling Seru
Paling Seru, Updated at: 14.25

Akan Serang Mabes dan Polda

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Edward Aritonang, mengatakan, hasil penyelidikan terhadap anggota teroris yang ditangkap Tim Densus 88 Anti Teror diketahui bahwa kelompok teroris akan melakukan penyerangan bom di sejumlah tempat.

Edward saat jumpa pers di Mabes Polri, Senin ( 9/8/2010 ) mengatakan, mereka akan menyerang Gedung Mabes Polri di Jakarta Selatan, Gedung Markas Brimob Polda Jawa Barat di Bandung, beberapa hotel internasional, dan beberapa kantor kedutaan besar. Namun, Edward belum bersedia mengungkap hotel apa serta negara mana yang menjadi target serangan.

Seperti diberitakan, Polri pernah mengungkap bahwa kelompok teroris yang berlatih di pegunungan di Aceh Besar akan beraksi saat perayaan HUT Bhayangkara Polri ke-64 pada 1 Juli 2010 lalu, perayaan HUT Kemerdekaan Indonesia di Istana Negara pada 17 Agustus 2010 , serta kantor kedutaan besar negara Denmark di Jakarta. Tim Densus 88 menemukan rangkaian elektronik siap pakai untuk membuat bom.

Kelompok teroris, kata Edward, telah membuat laboratorium di daerah Cibiru, Bandung, Jawa Barat, yang digunakan sebagai tempat untuk merakit bom. Mereka dibantu Kurnia Widodo alias Ujang, salah satu sarjana teknik kimia salah satu perguruan tinggi. Ujang ditangkap ditangkap di Padalarang, Jawa Barat. "Mereka telah dua kali uji coba ledakan di pegunungan di Sumedang. Hasilnya, sangat dashyat," ujar dia.
Written by: Paling Seru
Paling Seru, Updated at: 00.48

Teroris Bandung Diduga Akan Bikin Bom Mobil

Dua terduga teroris Fahri Tanjung dan Hamzah yang ditangkap tim Densus 88 di rumah kontrakan Kampung Sukaluyu RT II RW 12 Kelurahan Pasir Biru Kecamatan Cibiru diduga akan merakit bom mobil. Pasalnya, dalam penggerebekan kemarin, polisi menemukan sebuah sedan Mitsubishi Lancer biru tua nomor polisi B 1600 KE keluaran tahun 1980-an milik terduga teroris Fahri alias Hilmi.

Mobil yang interiornya sudah berantakan tersebut terparkir di sebelah rumah kontrakan Fahri. Menurut seorang polisi yang ada di lokasi kejadian, dugaan sementara mobil sedan tersebut akan digunakan terduga teroris sebagai bom mobil.

Bambang Trisno Prabowo (39), tetangga Fahri yang juga adik pemilik kontrakan mengatakan, Fahri mengaku membeli mobil itu dari seorang warga negara asing. Selain mobil, Fahri juga membeli senapan angin.

"Anehnya, mesin mobil itu masih bagus, tapi Fahri hanya menggunakannya dua kali saja selama lima bulan terakhir sehingga mobil terus terparkir di halaman samping rumah," kata Bambang kepada wartawan, Minggu (8/8/2010) sore.

Sementara itu, Kapolda Jabar Irjen Pol Sutarman enggan memberikan keterangan terkait temuan tersebut. Menurut Sutarman, semua penjelasan mengenai penangkapan terduga teroris akan disampaikan di Mabes Polri.

"Nanti akan diberikan penjelasan resmi dari Mabes Polri, karena sedang dalam pemeriksaan," ujar Sutarman dalam pesan singkat yang diterima wartawan.

Seperti diketahui, Tim Densus 88 menggerebek sebuah rumah kontrakan di Kampung Sukaluyu No 49D RT II RW 12 Kelurahan Pasir Biru Kecamatan Cibiru yang diduga ditempati teroris. Dalam penggerbakan itu Densus juag berhasil mengamankan dua orang berinisial TJ dan HZ serta menemukan bahan peledak berdaya ledak tinggi. okezone
Written by: Paling Seru
Paling Seru, Updated at: 07.16

Terduga Teroris Dari Jaringan Noordin-Azahari

Tim Detasemen Khusus Antiteror 88 menangkap dua orang yang diduga teroris dalam penggerebekan di Cibiru, Bandung. Mereka diduga adalah penerus dari Dr Azahari dan Noordin M Top.

"Dua tersangka yang ditangkap berinisial TJ dan HZ," kata Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Inspektur Jenderal Sutarman, Sabtu 7 Agustus 2010.

Sutarman menjelaskan, dua orang terduga teroris ini masih berasal dari jaringan teroris yang beroperasi di Indonesia. "Penerus Dr Azahari dan Noordin M Top," jelasnya.

Dr Azahari dan Noordin M Top  tewas dalam penggerebekan teroris yang dilakukan di Batu, Malang, dan di Solo, Jawa Tengah.

Sampai saat ini, lanjut Sutarman, pihaknya masih mengamankan lokasi penggerebekan.

Seperti diketahui, Densus 88 pagi tadi menggerebek sebuah rumah kontrakan di Kampung Sukaluyu, nomer 49 D, RT 02/RW 12, Kelurahan Pasir Biru, Kecamatan Cibiru, Bandung, Jawa Barat. (viva)
Written by: Paling Seru
Paling Seru, Updated at: 06.39
Diberdayakan oleh Blogger.