BPOM: Hati-hati Beli Makanan Kemasan Selama Ramadan

Badan Pengawan Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan peringatan kepada masyarakat agar teliti saat membeli makanan kemasan selama bulan Ramadan ini.

Tingginya tingkat konsumsi masyarakat saat bulan puasa untuk makanan kemasan, terkadang dimanfaatkan orang tidak bertanggung jawab untuk mengedarkan makanan yang tidak layak.

Kepala Badan Pengawan Obat dan Makanan, Kustantinah menyampaikan, tidak hanya makanan ringan yang tidak layak konsumsi saja yang beredar.

Masyarakat juga diminta untuk teliti sebelum membeli obat tradisional. Kandungan bahan kimia yang tidak sesuai dengan kententuan malah akan berdampak buruk bagi penggunanya.

"Public warning, mengenai makan ringan yang kemanasan tidak standar," ujarnya, Jumat 13 Agustus 2010, sebelum menggelar jumpa pers di Kantor BPOM, Jalan Percetakan Negera, Jakarta Pusat.
• VIVAnews
Written by: Paling Seru
Paling Seru, Updated at: 19.04

Ramadan Datang, Permintaan Meningkat

Ramadan Datang, Permintaan Daging Ayam MeningkatPermintaan daging ayam ras di Surabaya meningkat menyusul datangnya Ramadan 1431 Hijriah Rabu (11/8), demikian sejumlah pedagang memberi kesaksian kepada ANTARA, Selasa.

"Besarnya permintaan pasar terhadap daging ayam ras saat Ramadhan memicu kenaikan harga jualnya di sejumlah pasar tradisional baik di Surabaya maupun daerah lain," kata Tino Raharjo, pedagang daging ayam ras di Pasar Wonokromo Surabaya.

Dia mengungkapkan, harga daging ayam ras naik menjadi Rp27.000 per kilogram, padahal pekan lalu (3/8) masih Rp26.000 perkilogram.

"Kenaikan harga ini juga dipengaruhi mahalnya harga pakan ternak untuk ayam ras di wilayah ini," tambahnya.

Hariadi, pedagang ayam ras di Pasar Jagir Baru Surabaya, justru menilai perubahan cuaca yang mengakibatkan sejumlah ayam sakit dan menekan stok ternah sehingga harga daging ayam pun naik belakangan ini.

"Padahal, sampai saat ini arus distribusi komoditas tersebut ke sejumlah pasar tradisional di kota ini lancar," katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Zainal Abidin, menilai kecenderungan itu hanya sementara karena lebih dipicu oleh musim yang belum stabil dan tingginya harga pakan ayam ras.

"Masyarakat jangan khawatir karena persediaan daging ayam ras di Jatim cukup atau mencapai 36.000 ton per tahun sedangkan kebutuhannya 31.000 ton per tahun," katanya.(antara)
Written by: Paling Seru
Paling Seru, Updated at: 17.50

Jelang Ramadan Stok Beras di Aceh Dipastikan Aman

Perum Bulog Devisi Regional Aceh menjamin, stok beras untuk kebutuhan bulan Ramdan dan Idul Fitri 1431 Hijriah di Provinsi itu cukup.

Kepala Perum Bulog Divre Aceh Fakhriani mangatakan, persediaan beras dimiliki pihaknya sekarang mencapai 32.500 ton, diperkirakan cukup untuk empat bulan mendatang. “Stok beras yang kita punya sekarang mencukupi,” katanya di Banda Aceh, Jumat (6/8/2010).

Dijelaskannya, 32 ribu ton beras itu tersebar di 45 unit gudang Bulog di seluruh Aceh dan warga diminta tak perlu khawatir akan kekurangan pangan selama menjalani puasa dan lebaran nanti.

Fakhriani menyebutkan, pihaknya juga siap menggelar operasi pasar, jika harga beras di pasaran mencapai Rp5.730 per kilogram. “Tapi, sekarang harganya masih normal, masih sekitar 5.600 per kilogram,” ujar dia.

Bulog Aceh juga akan menyalurkan beras untuk masyarakat miskin (raskin) mulai pertengahan Agustus ini untuk alokasi September 2010, agar warga miskin bisa menutupi kebutuhan bulan puasa dan lebaran.

Pagu Raskin di Aceh, kata dia, untuk 2010 mencapai 90 ribu ton lebih. Untuk menambah persediaan beras agar tetap mencukupi dalam lima bulan mendatang, Bulog Aceh juga akan mendatangkan 4.500 ton beras dari Jawa Timur dalam waktu dekat ini dan akan ditempatkan di Kota Lhokseumawe, Aceh.

“Pada musim gadu ini kita juga akan menyerap 15 ribu ton beras dari petani dan akan kita beli sesuai dengan Harga Pokok Pembelian ditetapkan Pemerintah, 4.900 ribu per kilo,” sebut Fakhriani.

Aceh memiliki luas persawahan mencapai 384 ribu hektar. Provinsi itu tiap tahun dinyatakan surplus beras. Sebelumnya Badan Pusat Statistik Aceh, memperkirakan ada sekitar 200 ribu ton beras di wailayah itu surplus saban tahun.

Ironinya, beras di Aceh banyak mengalir ke pasaran di Sumatera Utara, karena harga beli di sana lebih tinggi, dibanding tingkat petani lokal.

Bulog pun tak bisa berbuat banyak, karena HPP ditetapkan lebih rendah dari harga pasaran, sehingga alternatifnya kerap memasok beras dari Jawa Timur yang harganya lebih murah.(okezone)
Written by: Paling Seru
Paling Seru, Updated at: 16.02
Diberdayakan oleh Blogger.