Ayam Mahal Landa Negeri Jiran

Tak cuma di Indonesia yang mengalami kenaikan harga ayam menjulang saat Ramadhan. Menurut informasi yang terkumpul, satu ekor ayam potong kini bisa berbanderol lebih dari Rp 32.000 per ekor. Biasanya, unggas paling favorit untuk dikonsumsi itu cuma nangkring di kisaran Rp 27.000.

Nah, tampaknya, konsumen Indonesia tak perlu terlalu bersungut-sungut. Apa pasal, rakyat negeri jiran Malaysia pun tak kalah pusingnya dengan tetangganya, Nusantara. Di Malaysia, harga ayam juga melonjak drastis. Saat bulan puasa, harga ayam bisa mencapai 10 ringgit per kilogram. Andai kurs ringgit terhadap rupiah di posisi Rp 2.800, silakan menghitung sendiri!

Sementara sebelum Ramadhan, harga ayam di Malaysia cuma sekitar 6 ringgit per kilogram. "Tapi, kenaikan itu cuma sementaralah. Tak perlu panik. Itu kan karena permintaan memang melonjak," kata Deputi Menteri Perdagangan, Kerja Sama, dan Konsumsi Dalam Negeri Datuk Rohani Abdul Karim.

Masih terkait "ayam mahal" Datuk Rohani juga berkomentar, "Inilah taktik dari macam pedagang. Mereka naikkan harga karena permintaan banyak."

Datuk Rohani, sebagaimana catatan Bernama pada Jumat (13/8/2010), juga berkilah lagi bahwa pemerintah menyediakan 10,5 juta unggas setiap minggu. "Jadi saya rasa cukup. Demand-nya kan cuma sejuta," begitu kata Datuk Rohani. (kompas)
Written by: Paling Seru
Paling Seru, Updated at: 18.23

Ramadan Datang, Permintaan Meningkat

Ramadan Datang, Permintaan Daging Ayam MeningkatPermintaan daging ayam ras di Surabaya meningkat menyusul datangnya Ramadan 1431 Hijriah Rabu (11/8), demikian sejumlah pedagang memberi kesaksian kepada ANTARA, Selasa.

"Besarnya permintaan pasar terhadap daging ayam ras saat Ramadhan memicu kenaikan harga jualnya di sejumlah pasar tradisional baik di Surabaya maupun daerah lain," kata Tino Raharjo, pedagang daging ayam ras di Pasar Wonokromo Surabaya.

Dia mengungkapkan, harga daging ayam ras naik menjadi Rp27.000 per kilogram, padahal pekan lalu (3/8) masih Rp26.000 perkilogram.

"Kenaikan harga ini juga dipengaruhi mahalnya harga pakan ternak untuk ayam ras di wilayah ini," tambahnya.

Hariadi, pedagang ayam ras di Pasar Jagir Baru Surabaya, justru menilai perubahan cuaca yang mengakibatkan sejumlah ayam sakit dan menekan stok ternah sehingga harga daging ayam pun naik belakangan ini.

"Padahal, sampai saat ini arus distribusi komoditas tersebut ke sejumlah pasar tradisional di kota ini lancar," katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Zainal Abidin, menilai kecenderungan itu hanya sementara karena lebih dipicu oleh musim yang belum stabil dan tingginya harga pakan ayam ras.

"Masyarakat jangan khawatir karena persediaan daging ayam ras di Jatim cukup atau mencapai 36.000 ton per tahun sedangkan kebutuhannya 31.000 ton per tahun," katanya.(antara)
Written by: Paling Seru
Paling Seru, Updated at: 17.50
Diberdayakan oleh Blogger.