Foto Duka Untuk Palestina

Foto-foto serangan Israel di jalur Gaza yang sedang terjadi membuat pedih. Mungkin opsi yang baik memberi bantuan kemanusiaan. Teman-teman yang bisa memberi informasi silahkan berbagi, atau mungkin bisa melalui link ini: kispa atau mer-c










Written by: Paling Seru
Paling Seru, Updated at: 23.12

Dibangkitkan Di Hari Kiamat Seperti Monyet Dan Babi

Dibangkitkan Di Hari Kiamat Seperti Monyet Dan Babi [ www.Up2Det.com ]

ALLAH SWT berfirman, "Suatu hari ketika sangkakala ditiup maka kalian berbondong-bondong" (QS 78: 18)
Muadz bin Jabal ra berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah SAW tentang tafsiran ayat diatas. Beliau menjawab, "Wahai Muadz, engkau menanyakan tentang tema yg sangat penting". Air mata Nabi mengalir dikedua pipinya, kemudian Nabi melanjutkan: "Umatku akan dibangkitkan dalam sepuluh kelompok berbeda pada hari kiamat nanti"

Yaitu : Sebagian dari mereka akan dibangkitkan seperti monyet, sebagian yg lain seperti babi, sebagian dibangkitkan dalam keadaan berjalan dengan kepalanya, sebagian lagi akan dibangkitkan dlm keadaan buta dan tersesat, sebagian mereka dibangkitkan tuli dan bisu tidak mengetahui apa-apa, sebagian lagi dibangkitkan dengan mengunyah lidah mereka dan nanah mengalir melalui mulutnya sehingga mengganggu org yg ada didekatnya, sebagian mereka dibangkitkan dengan tangan dan kaki yg buntung, sebagian mereka dibangkitkan tergantung pada cabang pohon yg terbakar, dan sebagian lagi akan dibangkitkan dengan memakai pakaian dari lelehan timah hitam yg melumat tubuh mereka.

Lalu beliau menjelaskan sepuluh kategori itu :
"Mereka yg dibangkitkan seperti monyet adalah pembawa cerita dan mata-mata, yg muncul seperti babi adalah para penerima suap dan pendapatan tidak halal, mereka yg berjalan terbalik adalah orang yg melakukan riba, mereka yg buta adalah para hakim dan petugas yg menindas masyarakat, orang yg bisu dan tuli adalah mereka yg egois dan ambisius, mereka yg dibangkitkan dengan tangan dan kaki buntung adalah orang yg menyakiti dan mengganggu tetangganya, mereka yg digantung pada cabang pohon yg terbakar adalah orang yg menyebarkan fitnah dan pertentangan dikalangan masyarakat untuk kepentingan raja dan penguasa, mereka yg baunya lebih busuk dari bangkai adalah org yg menjerumuskan dirinya dlm hawa nafsu tanpa mau mengeluarkan bagian Tuhan dari kekayaan mereka, dan mereka yg berpakaian dari lelehan timah hitam adalah orang yg takabur, dan berbangga diri"

Na"udzubillahimindzalik , Semoga bermanfaat ...

Sumber / Source
Written by: Paling Seru
Paling Seru, Updated at: 12.53

Penjelasan Ilmiah Larangan Pria dan Wanita Bukan Mahram Berduaan




Penjelasan Ilmiah Larangan Pria dan Wanita Bukan Mahram Berduaan - Mengapa Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam (saw) melarang berkhalwat antara laki-laki dan wanita yang bukan mahram? Apa yang disampaikan Rasulullah saw tidak ada yang keliru padanya, sehingga penelitian-penelitian ilmiah dari Barat pun membuktikannya. Berikut adalah terjemahan dari tulisan Abduldaem Al-Kaheel terkait bukti ilmiah bahaya berkhalwat dengan yang bukan mahram:
►►►
“Cukuplah anda duduk selama lima menit dengan seorang wanita sehingga Anda memiliki proporsi tinggi dari hormon meningkat” inilah temuan studi ilmiah yang dimuat tahun 2010 di Daily Telegraph!

Mengapa Nabi saw mengharamkan khalwat antara laki-laki dengan wanita atau melihat sesuatu yang diharamkan Allah? Apa hikmah ilmiah larangan ini? Mari kita baca berita  ilmiah ini…
Para peneliti di Universitas Valencia menegaskan bahwa seorang yang berkhalwat dengan wanita (yang bukan mahram) menjadi daya tarik yang akan menyebabkan kenaikan sekresi hormon kortisol. adapun Kortisol adalah hormon yang bertanggung jawab terjadinya stres dalam tubuh.

Meskipun subjek penelitian mencoba untuk melakukan penelitian atau hanya berpikir tentang wanita yang sendirian denganya namun hal tersebut tidak mampu mencegah tubuh dari sekresi hormon.


Para ilmuwan mengatakan bahwa hormon kortisol sangat penting bagi tubuh dan berguna untuk kinerja tubuh tetapi dengan syarat mampu meningkatkan proporsi yang rendah, namun jika meningkat  hormon dalam tubuh dan berulang terus proses tersebut, maka yang demikian dapat menyebabkan penyakit serius seperti penyakit jantung dan tekanan darah tinggi dan berakibat pada diabetes dan penyakit lainnya yang mungkin meningkatkan  nafsu  seksual. 
Bentuk yang menyerupai alat proses hormon penelitian tersebut berkata bahwa stres yang tinggi hanya terjadi ketika seorang laki-laki berkhalwat dengan wanita asing (bukan mahram), dan stres tersebut akan terus meningkat pada saat wanitanya memiliki daya tarik lebih besar!

Tentu saja, ketika seorang pria bersama dengan wanita yang merupakan saudaranya sendiri atau  saudara dekat atau ibunya sendiri tidak akan terjadi efek dari hormon kortisol. Seperti halnya ketika pria duduk dengan seorang pria aneh, hormon ini tidak naik. Hanya ketika sendirian dengan seorang pria dan seorang wanita yang aneh!
Para peneliti mengatakan bahwa pria ketika ada perempuan asing disisinya, dirinya dapat membayangkan bagaimana membangun hubungan dengannya (jika tidak emosional), dan dalam penelitian lain, para ilmuwan menekankan bahwa situasi ini (untuk melihat wanita dan berpikir tentang mereka) jika diulang, mereka memimpin dari waktu ke waktu untuk penyakit kronis dan masalah psikologis seperti depresi.
Nabi  saw melarang khalwat
Kita semua tahu hadits yang terkenal yang mengatakan:
“Ingatlah, janganlah sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita (bukan mahramnya) melainkan yang ketiganya adalah syaitan.” (Sunan Tirmidzi no. 20165)
“Janganlah sekali-kali seorang lelaki berduaan dengan seorang wanita saja, kecuali ia bersama muhrimnya” (Bukhari no. 4904)
Karena itu Nabi saw melalui syariat Islam ini menginginkan kita menghindari berbagai penyakit sosial dan fisik.
Ketika seorang Muslim mampu menghindari diri dari melihat aurat wanita (yang bukan mahram) dan menghindari diri dari berkhalwat dengan mereka, maka ia mampu mencegah penyebaran amoralitas dan dengan demikian melindungi masyarakat dari penyakit epidemi dan masalah sosial, dan mencegah individu dari berbagai penyakit.
Kami katakan kepada mereka yang tidak puas dengan agama kami yang hanif (lurus): Bukankah Islam sebagai agama yang benar, layak dihormati dan diikuti?
(kaheel7/arrahmah.com/muslimahzone.com)
Written by: Paling Seru
Paling Seru, Updated at: 23.31

Pengertian Tentang Dalil Isra’ Mi’rajnya Rasulullah

Surat Al-Israa’ 1

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ (1)


Allah SWT menyatakan ke Maha Sucian Asma Nya dengan firman Nya “Subhana”, agar manusia mengakui dengan ketulusanhati atas kesucian-NYA dari sifat-sifat yang tidak layak dan meyakini sifat-sifat ke Agungan NYA yang tiada taranya dan sebagai pernyataan pula tentang sifat-sifat yang kebesaran NYA telah memperjalankan hamba-NYApada waktu malam, dengan perjalanan yang sangat cepat melebihi kilat.

Dari kata-kata Isra’ (di jalankan) dapat dipahami bahwa Isra’ Nabi Muhammad saw itu terjadi atas kehendak alloh SWT di waktu malam hari ini menunjukkan pada kehendak alloh untuk hamba-hamba yang di pilihnya ddengan memberikan hidayah khusus dan ini berlaku bukan untukRasulullah semata namu untuk seluruh ummat pengikut Nabi muhammad SAW , karena memang demikian kata “asra” dalam bahasa Arab : di jalankan yang berarti ketidak kuasaan Rasulullah dalam menjalankan semua titah mengemban amanat alloh hanya dengan bimbingan alloh semata,

Malam memiliki keheningan, malam menyibakkan kegelapan, yang merupakan arah dari pandangan mata yang tidak pernah akan berujung. Dan perjalanan Isra’ wal Mi’raj adalah perjalanan Rasulullah SAW yang tidak mampu dijejaki ujung finalnya. Alam semesta nan luas …

Surat Al-Israa’ 15

مَنِ اهْتَدَى فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُولًا (15)

(Barang siapa berbuat sesuai dengan hidayah Allah, maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk keselamatan dirinya) karena pahala hidayahnya itu dia sendirilah yang memetiknya (dan barang siapa yang sesat, maka sesungguhnya dia tersesat bagi kerugian dirinya sendiri) karena sesungguhnya dia sendirilah yang menanggung dosa sesatnya itu. (Dan tidak dapat menanggung) seseorang (yang berdosa) pelaku dosa; artinya ia tidak dapat menanggung (dosa) orang (lain, dan Kami tidak akan mengadzab) seorang pun (sebelum Kami mengutus seorang Rasul) yang menjelaskan kepadanya apa yang seharusnya ia lakukan.

Sedang disebutkan “Lailan”, yang berarti di malam hari,” adalah untuk menguatkan pengertian bahwa peristiwa Isra’ itu memang benar-benar terjadi di malam hari. Allah SWT mengisra’ kan hamba Nya di waktu malam hari, karena waktu itulah yang paling utama bagi para hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan waktu yang sebaik-baiknya untuk beribadat kepada-Nya.

Dimaksud dengan “hamba NYA” di dalam ayat ini ialah Nabi Muhammad saw yang telah terpilih sebagai Nabi yang terakhir dan telah mendapat perintah untuk melakukan perjalanan malam, yang semata-mata karena perintah Allah SWT …

Allah berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ سَمِيعٌ عَلِيمُُ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului kuasa & kehendak Allah dan Rasul-Nya dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Hujuraat: 1)

Masjidil Haram-Masjidil Aqsha = Dua starting point yang diberkahi. Dua lokasi yang dipilih Alloh dengan titik koordinat yang terpisah antara batas utara pergerakan tahunan Matahari. Dua lokasi sebagai kiblat pertama dan terakhir. Dan inilah tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran-Nya. Kalau kita mau berfikir


Perjalanan yang ditempuh dari pecinta menuju yang dicintainya, hingga keadaan ini berada dalam vakum penyatuan. Cerminan penyatuan itu tertuang dalam sebuah hadits qudsi: “Tidak henti-hentinya hamba-hamba-Ku mendekatkan diri kepada–Ku dengan melakukan ibadah-ibadah nawafil, hingga Aku mencintainya. Kalau Aku telah mencintainya, Aku akan menjadi telinganya yang dengannya ia mendengar; Aku akan menjadi matanya yang dengannya ia melihat; Aku akan menjadi tangannya yang dengannya ia memegang; Aku akan menjadi kakinya yang dengannya ia berjalan. Jika ia bermohon kepada-Ku, Aku akan mengabulkan permohonannya. Jika ia berlindung kepada-Ku, Aku akan melindungi dirinya” (HR. Bukhari)


Hadis riwayat Bukhari dari Sa’sa’ah:


إذا أتاني أت فقد فاستخرج قلبي، ثم أتيت بطشت من ذهب مملوءة إيمانا، فغسل قلبي ثم حشي (أعيد)

Artinya:

Bahwa Nabi saw bersabda : “Datang kepadaku seseorang (Jibril). Kemudian ia mengeluarkan hatiku. Setelah itu dibawalah kepadaku piala yang terbuat dari emas yang penuh dengan iman, lalu ia mencuci hatiku. Setelah itu menuangkan isi piala itu kepadaku. Kemudian hatiku dikembalikannya seperti sediakala.” (H.R. Bukhari dari Sa’sa’ah).

Ketiga: Hadis riwayat Ahmad dari Anas bin Malik:


إن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: أتيت بالبراق وهو دابة أبيض فوق الحمار ودون البغال يضع حافره عند منتهى طرفه فركبته فسار بي حتى أتيت بيت المقدس فربطت الدابة بالحلقة التي يربط فيها الأنبياء ثم دخلت فصليت فيه ركعتين ثم خرجت فأتاني جبريل بإناء من خمر وإناء من لبن فاخترت اللبن فقال جبريل أصبت الفطرة

Artinya:

“Bahwa Rasulullah saw bersabda : “Didatangkan kepadaku Buraq, yaitu binatang putih lebih besar dari keledai yang lebih kecil dari bagal. Ia melangkahkan kakinya sejauh pandangan mata. Kemudian saya mengendarainya, lalu ia membawaku sehingga sampai di Baitulmakdis. Kemudian saya mengikatnya pada tempat para nabi mengikatkan kendaraannya. Kemudian saya salat dua rakaat di dalamnya, lalu saya keluar. Kemudian Jibril membawa kepadaku sebuah piala yang berisi minuman keras (khamar) dan sebuah lagi berisi susu; lalu saya pilih yang berisi susu, lantas Jibril berkata : “Engkau telah memilih fitrah sebagai pilihan yang benar”. (H.R. Ahmad dari Anas bin Malik)
Written by: Paling Seru
Paling Seru, Updated at: 16.18

Presiden SBY: Tak Boleh Ada Kekerasan Atas Nama Agama

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, tidak boleh atas kekerasan atas nama agama yang dilakukan oleh kelompok atau organisasi massa tertentu kepada umat beragama lainnya. Demikian disampaikan Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha ketika ditanya respon Presiden atas kekerasan yang menimpa umat HKBP di Bekasi, Minggu lalu.

"Tidak ada ruang (kekerasan atas nama agama) di negara ini. Kita negara hukum. Kebebasan beragama dilindungi undang-undang," ujar Julian kepada para wartawan, Selasa (10/8/2010) di Istana Negara, Jakarta.

Presiden, sambung Julian, juga menghimbau agar kerukunan umat beragama tetap terpelihara. Gesekan-gesekan antarkelompok masyarakat sebaiknya dilakukan dengan cara baik dan tidak menyinggung pihak lain.

Ditambahkannya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto juga telah diinstruksikan Presiden untuk memastikan bahwa peristiwa aksi kekerasan yang menimpa umat HKBP tak terulang di masa mendatang. Djoko, sambungnya, telah melakukan koordinasi dengan jajarannya untuk memastikan hal tersebut. (kompas)
Written by: Paling Seru
Paling Seru, Updated at: 20.57
Diberdayakan oleh Blogger.