Mabes Polri Serahkan Komnas HAM Selidiki Densus 88

Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia mempersilakan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk menyelidiki dugaan pelanggaran yang dilakukan Densus 88 saat menangkap tersangka teroris, Khairul Ghazali di Tanjung Balai, Sumatera Utara.

"Polri kan mempunyai tugas memberantas teroris dan semua dilakukan sesuai prosedur. Jika itu dianggap melanggar HAM, kitakan punya Komnas HAM. Dalam hal ini silakan yang merasa keberatan melaporkan ke sana, biar komponen-komponen itu yang akan mendalami ada tidaknya pelanggaran yang kami lakukan," ucap Wakadiv Humas Polri Brigjen Ketut Untung Yoga Ana saat menggelar jumpa pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo No.1 Jakarta Selatan (28/9/2010).

Lebih lanjut jendral bintang satu ini mengatakan, jika memang pihak dari Ghazali benar mengenai tindakan kekerasan dan pelanggaran HAM yang dilakukan Densus 88, maka sebaiknya dilaporkan ke Komnas HAM. "Silakan laporkan ke Komnas HAM, kami terbuka," paparnya.

Seperti diketahui, Densus 88 diduga melakukan pelanggaran HAM saat menangkap Khairul Ghazali, seorang yang diduga terlibat tindak terorisme di Medan, Sumatera Utara, pada Minggu 19 September lalu.

Khairul Ghazali, warga Bunga Tanjung, Datuk Bandara Timur, Tanjung Balai, dikabarkan ditembaki pada saat tengah melaksanakan salat. Dalam penggerebekan tersebut, dua orang tewas dan seorang berhasil melarikan diri.(okezone)
Written by: Paling Seru
Paling Seru, Updated at: 00.44

Kronologi Bentrokan Tarakan Versi Mabes Polri

Bentrokan antara dua kelompok warga terjadi di Kota Tarakan, Kalimantan Timur, setidaknya menyebabkan satu korban tewas. Lalu seperti apa kronologi kejadian yang menyebabkan Kota Tarakan mencekam?

Menurut Wakil Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Pol, I Ketut Untung Yoga Ana, kejadian berawal akibat kesalahpahaman yang menimbulkan perkelahian.

Kejadian berawal saat Abdurrahmansyah  bersama Jaelani  dimintai uang secara paksa oleh lima orang tidak dikenal, pada 26 September 2010, sekitar pukul 23.00.

Saat itu, Abdurrahman dan Jaelani sedang membeli rokok di Kampung Juata Permai, belakang perumahan Korpri. Jaelani dan Abdurrahmansyah kemudian mengadu kepada keluarganya.

"Kemudian ayah Abdurrahmansyah yang bernama Abdullah, bersama menantunya Lili Sutisna, Sofyan, dan Abdurrahmansyah mendatangi rumah Nurdin," kata Untung Yoga dalam pesan pendeknya, Senin malam, 27 September 2010 malam

Saat itu, di rumah Nurdin juga ada tiga orang lain yang kemudian langsung menyerang. "Sehingga Abdullah meninggal di Tempat Kejadian Perkara," ujar Untung Yoga.

Pertengkaran dua kelompok ini melibatkan dua kelompok suku, sehingga keributan pun meluas.

Namun, menurut Untung Yoga, kedua kelompok sudah dapat meredamkan warganya dan menyerahkan permasalahan kepada aparat keamanan. "Pertemuan (kedua kelompok) dipimpin Muspida Tarakan," kata Untung Yoga.

• VIVAnews
Written by: Paling Seru
Paling Seru, Updated at: 13.00

5 Pejabat Mabes Polri Resmi Serah Terima Jabatan


Mabes Polri menggelar serah terima jabatan 5 pejabat Mabes Polri. Sertijab akan dilakukan di Rupatama, Mabes Polri pada pukul 08.00 WIB.

"Sertijab hanya pejabat Mabes Polri saja," kata Kabidpenum Mabes Polri Kombes Marwoto Soeto saat dihubungi, Jumat (13/8/2010).

Berdasarkan Keputusan Kapolri nomor : KEP/479/VIII/2010 tanggal 5 Agustus 2010. Ada 556 perwira tinggi dan menengah yang dimutasi. Dari jumlah itu ada 5 pejabat Mabes Polri  dan 9 Kapolda yang diganti. Berikut nama-nama pejabat Mabes Polri yang diganti:

1. Deputi Operasi Kapolri dari Irjen S Wenas kepada Irjen Soenarko

2. Kadivhumas Polri dari Irjen Edward Aritonang kepada Brigjen Iskandar Hasan

3. Kadivbinkum dari Irjen Badrodin Haiti kepada Brigjen Muji Waluyo

4. Kadivtelematika dari Irjen Yudi Sus Hariyanto kepada Brigjen Robert Aritonang

5. Delog Mabes Polri dari Irjen Joko Sardono kepada Irjen Uid Sus Hariyanto.

(detik)
Written by: Paling Seru
Paling Seru, Updated at: 16.21

Mabes Polri Akui Tak Punya Bukti Teroris Incar SBY

Mabes polri mengakui belum menemukan bukti yang menyatakan bahwa serangkaian aksi yang dipersiapkan para terduga teroris membidik target Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Demikian diungkapkan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo No I, Jakarta, Senin (9/8/2010). “Kami tidak menemukan data pendukung bahwa sasarannya adalah Presiden,” ujarnya.

Namun, hal ini tak serta merta membuat polisi melonggarkan pengamanan untuk kepala negara, karena selama ini teroris menjadikan presiden target sasaran. “Sehingga satuan tugas Densus 88, mendahului kunjungan Presiden agar tidak terjadi gangguan keamanan,” kilahnya.

Seperti yang diketahui, Tim Densus 88 telah melakukan penggerebekan di rumah kontrakan di Kampung Sukaluyu No 49D RT 11 RW 12 Kelurahan Pasir Biru Kecamatan Cibiru.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi menangkap dua terduga teroris. Selain di Bandung, tim Densus 88 juga menangkap tiga teroris lain masing-masing di Subang, Padalarang, dan Cileunyi. Sehingga total teroris yang ditangkap berjumlah lima orang.

Jendral bintang dua ini menambahkan bahwa kelima orang yang ditangkap tersebut memiliki kaitan dengan Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) pimpinan Abu Bakar Ba’asyir.(okezone)
Written by: Paling Seru
Paling Seru, Updated at: 14.20
Diberdayakan oleh Blogger.