Raih Orgasme, Tuntun Wanita Nikmati Foreplay Menarik

KETIKA hendak berhubungan seks, pria dan wanita tidak selalu satu tujuan. Bahkan dalam menerima rangsangan, keduanya memikirkan hal berbeda.

Foreplay sangat penting jika Anda ingin menyenangkan pasangan, dan akhirnya berimbas pada diri sendiri. Foreplay terutama penting bagi wanita. Foreplay memadai akan mempermudah wanita untuk menerima penetrasi Mr P. Mengapa? Karena wanita membutuhkan waktu lebih lama untuk terangsang daripada pria.

Dan untuk menggiringnya sampai dengan tingkat gairah yang diharapkan, foreplay yang dilancarkan sebaiknya menarik. Foreplay yang disukai wanita bisa menuntunnya lebih mudah menggapai orgasme.

Sementara wanita butuh foreplay memadai, pria bisa dengan mudah terangsang hanya dengan berpikir segala tentang seks. Bagi kebanyakan wanita, hal ini tidak cukup. Mereka butuh foreplay yang mampu menyiapkan dirinya untuk berhubungan seks, baik secara fisik maupun emosional. Di mata seorang wanita, cinta merupakan komponen sangat penting dalam hubungan. Jelas mengapa wanita terkadang turut menghadirkan wewangian afrodisiak untuk membuat atmosfir bercinta makin menggairahkan.

Seperti dinukil dari Times of India, kunci penting hubungan seks berikutnya adalah waktu. Jangan terburu-buru untuk menyelesaikan aksi bercinta. Menanggalkan baju hingga tubuhnya tak lagi ditutupi sehelai benang pun harus dilakukan dengan penuh makna, misal sambil memberinya ciuman ringan ataupun ciuman liar di bagian-bagian sensitif tubuhnya.

Wanita akan cepat terangsang saat tubuhnya dicumbu dengan baik. Untuk mengetahui reaksinya, amati bahasa tubuhnya dan tatap matanya. Jika pria memilih seks yang mengebu-gebu di awal percintaan, tidak begitu dengan wanita. Umumnya, wanita membuka ajang bercinta dengan cara perlahan. Selanjutnya, akhiri babak sanggama dengan mandi bersama.

(okezone)
Written by: Paling Seru
Paling Seru, Updated at: 13.56

Alasan Pria juga Nikmati Foreplay

Untuk kesekian kalinya, Anda salah bila berpikir setelah usia pernikahan berjalan jauh, seks tidak lagi penting. Anda bisa menyiasati gaya foreplay yang ternyata juga dinikmati pria.

Pasalnya, dampak fisik dan emosional positif dari seks seringkali, bahkan dapat menambahkan beberapa tahun untuk hidup Anda. Dengan pertambahan usia, kehilangan libido adalah hal umum. Akan tetapi faktor-faktor seperti masalah hormonal, depresi, masalah gangguan komunikasi dengan pasangan, dan kecemasan, memainkan peran penting dalam aktivitas bercinta.

Bila Anda pikir, kebanyakan pria tidak tertarik pada foreplay, bersiaplah untuk berpikir ulang. Memang, tak dapat dipungkiri bila kebanyakan wanita percaya bahwa pria biasanya memiliki satu tujuan ketika berujung pada hubungan seks, yaitu pencapaian orgasme. Padahal itu tak berlaku bagi seluruh pria di dunia ini.

Banyak pria yang untungnya memperhatikan kebutuhan pasangannya saat naik ke ranjang. Pria juga menikmati foreplay, karena membantu mereka menghilangkan stres saat melakukan performa di ranjang.

Selain itu foreplay juga membuat pria berpikir tentang sesuatu, selain ereksi mereka. Demikian yang Okezone kutip dari Times of India, Minggu (26/9/2010).

Seiring bertambahnya usia. Seks hebat bagi pasutri juga bisa terjadi secara spontanitas. Ini hanya terjadi sekali-sekali. Akan tetapi jika Anda ingin memiliki kehidupan seks yang memuaskan, maka komunikasi memegang fondasi dasar.

Tidak ada standar 'to-do' yang akan bekerja ajaib bagi semua orang setiap waktu. Itulah sebabnya komunikasi yang baik dan kemauan bersama untuk bereksperimen adalah suatu keharusan. Bahwa hasrat dan fantasi seks akan berakhir dengan orgasme di ranjang.

Salah satu yang bisa dilakukan, adalah dimulai dengan merangsang percakapan ‘menjurus’ di sofa. (okezone)
Written by: Paling Seru
Paling Seru, Updated at: 14.49
Diberdayakan oleh Blogger.