10 Penyebap Kelamin Pria Tak Bisa Berdiri

pria impotensiKelamin Pria Tak Bisa Berdiri atau Disfungsi ereksi alias impotensi mungkin inilah yang paling di takuti pria di dunia sebap ini merupaka soal kejantanan pria di ranjang untuk bisa memuaskan pasangan. Untuk mendapatkan ereksi yang noramal setidaknya  penis membutuhkan elastisitas pembuluh darah dan ritme jantung yang stabil untuk memompa darah ke bagian tersebut.

Nah berikut ini ada beberapa penyebap yang membauat penis kamu tidak bisa ereksi dengan noramal alias gak bisa berdiri mau tahu apa aja itu simak 10 Penyebap yang Bikin Kelamin Pria Tak Bisa Berdiri berikut ini seperti di kutip dari detik.com

1. Depresi
Otak adalah zona sensitif seksual yang sering diabaikan. Gairah seksual dimulai di kepala (otak) dan terus berjalan ke bawah (penis). Depresi dapat mengurangi keinginan Anda untuk bercinta dan menyebabkan disfungsi seksual. Ironisnya, banyak obat yang dipakai untuk mengobati depresi juga dapat menekan dorongan seksual dan membuat pria lebih sulit mendapatkan ereksi.

2. Alkohol
Banyak yang berpikir bahwa minum sedikit alkohol dapat meningkatkan mood untuk bercinta, tetapi kebiasaan minum alkohol dapat membuat pria lebih sulit untuk ereksi. Penggunaan alkohol yang tinggi dapat mengganggu ereksi, tetapi efek ini biasanya sementara.

3. Obat-obatan
Obat-obatan juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi, seperti beberapa obat tekanan darah tinggi, obat penghilang nyeri dan antidepresan. Obat-obat ilegal seperti amfetamin, kokain dan ganja juga dapat menyebabkan masalah seksual pada pria.

4. Stres
Tidak mudah untuk mendapatkan mood bercinta ketika Anda sedang kewalahan dengan pekerjaan di tempat kerja atau rumah. Stres dapat merugikan berbagai bagian tubuh, termasuk penis. Atasi stres dengan membuat perubahan pada gaya hidup, seperti melakukan relaksasi dengan olahraga secara teratut, cukup tidur dan mencari bantuan dokter bila perlu.

5. Kemarahan
Kemarahan dapat membuat darah naik ke wajah, tapi tidak ke tempat yang pria butuhkan ketika ingin melakukan hubungan seks. Kemarahan baik yang langsung ataupun tidak, dapat berkontribusi untuk masalah kinerja di kamar tidur.

6. Kegelisahan atau kecemasan
Semua kecemasan yang dapat membuat Anda takut dan menghindari keintiman, ibarat lingkaran setan yang menempatkan tekanan besar pada kehidupan seks Anda.

7. Kegemukan
Pria yang kegemukan alias obesitas tidak hanya menurunkan rasa percaya diri tetapi juga kemampuan di kamar tidur. Pria yang obesitas menghasilkan lebih sedikit hormon testosteron, yang penting untuk menaikkan gairah seksual dan ereksi. Kelebihan berat badan juga terkait dengan tekanan darah tinggi dan pengerasan pembuluh darah, yang dapat mengurangi aliran darah ke penis.

8. Citra diri negatif
Bila Anda tidak menyukai apa yang Anda lihat di cermin, mudah untuk menganggap pasangan tidak akan menyukai pandangan tersebut. Citra diri yang negatif dapat membuat Anda khawatir dan menurunkan kinerja saat mencoba melakukan hubungan seksual.

9. Libido rendah
Libido rendah tidak sama dengan disfungsi ereksi, tetapi banyak faktor yang menyebabkan disfungsi ereksi juga dapat mengurangi libido (gairah seksual). Harga diri yang rendah, stres, kecemasan dan obat tertentu, semua juga bisa mengurangi gairah seks. Ketika semua kekhawatiran terikat saat berhubungan seksual, maka minat Anda pada seks dapat menukik tajam.

10. Kondisi kesehatan
Banyak kondisi kesehatan yang dapat mempengaruhi saraf, otot atau aliran darah yang diperlukan untuk mendapatkan ereksi. Diabetes, tekanan darah tinggi, pengerasan pembuluh darah, cedera tulang belakang,dan multiple sclerosis dapat berkontribusi untuk terjadinya disfungsi ereksi.

Operasi untuk mengobati masalah prostat atau kandung kemih juga dapat mempengaruhi saraf dan pembuluh darah yang mengontrol ereksi.

baca juga: 5 Penyakit Yang Sering Mengintai Pria

6 Cara Agar Ereksi Kamu Tahan Lama
Written by: Paling Seru
Paling Seru, Updated at: 20.27

Bagaimana Atasi Masalah Impotensi??

Bagaimana Atasi Masalah Impotensi??IMPOTENSI alias Disfungsi ereksi (DE) menggambarkan masalah-masalah lain yang mengganggu hubungan seksual dan reproduksi. Seperti kurangnya hasrat seksual dan masalah dengan ejakulasi atau orgasme. Menggunakan istilah DE menjelaskan bahwa masalah-masalah lain tidak terlibat.

Gaya hidup yang berkontribusi terhadap penyakit jantung dan masalah pembuluh darah juga meningkatkan risiko disfungsi ereksi. Merokok kelebihan dan kelebihan berat badan juga menjadi salah satunya.

Berbagai operasi (prostat terutama pembedahan radikal untuk kanker kandung kemih) bisa melukai saraf dan arteri dekat penis, menyebabkan DE. Cedera pada penis, saraf tulang belakang, prostat, kandung kemih, dan panggul juga menyebabkan DE.

Selain itu, banyak obat-obat tekanan darah seperti, antihistamin, antidepresan, obat penenang, penekan nafsu makan, dan simetidin (obat maag)-dapat menghasilkan DE sebagai efek samping.

Para ahli percaya bahwa faktor psikologis seperti stres, kecemasan, rasa bersalah, depresi, rendah diri, dan takut menyebabkan kegagalan seksual 10 sampai 20 persen kasus ED.

Pria dengan penyebab fisik untuk ED sering mengalami jenis yang sama dari reaksi psikologis (stres, kegelisahan, rasa bersalah, depresi). kemungkinan penyebab lainnya adalah merokok, yang mempengaruhi aliran darah dalam vena dan arteri, dan kelainan hormonal, seperti testosteron tidak cukup.

Komplikasi yang dihasilkan dari disfungsi ereksi dapat termasuk:

* Sebuah kehidupan seks memuaskan
* Stress atau kecemasan
* Harga diri yang rendah
* Perkawinan atau hubungan masalah
* Ketidakmampuan untuk mendapatkan pasangan Anda hamil

Bagaimana disfungsi ereksi diobati?

Bagaimana disfungsi ereksi diperlakukan tergantung pada apa penyebabnya. Periksakan ke dokter Anda untuk masalah medis dan obat-obatan yang mungkin menyebabkan disfungsi ereksi.

Obat-obatan seperti, Sildenafil, vardenafil tadalfil dan obat yang dikonsumsi melalui mulut. Tidak semua orang dapat menggunakan obat ini. Tetapi Alprostadil adalah versi sintetis dari prostaglandin E.

Obat yang dapat disuntikkan ke dalam penis atau dimasukkan sebagai supositoria kecil ke dalam uretra. Dokter Anda akan membantu Anda memutuskan pengobatan yang terbaik untuk Anda.

Jika obat tidak tepat untuk Anda, Anda juga dapat mencoba menggunakan implan penis, alat pompa vakum, atau Anda bisa operasi. Dokter Anda biasanya akan menyarankan anda untuk bicara kepada urologist tentang pilihan ini.
(tribun)
Written by: Paling Seru
Paling Seru, Updated at: 14.15
Diberdayakan oleh Blogger.